24
Mar
10

Menyoal Kinerja Wasit Sepakbola Nasional

Prestasi sepak bola nasional semakin tahun semakin tidak karuan. Tidak ada satupun prestasi Timnas yang membanggakan. Tapi kita sedikit terhibur dengan prestasi klub-klub sepak bola tanah air yang semakin bersaing. Ada satu pertanyaan menggelitik kuping saya, “prestasi sepak bola Indonesia tidak kunjung membaik itu dikarenakan apa”.

Pertanyaan ini memang sangat klise. Apakah dari sekian ratus juta penduduk Indonesia ini tidak ada 24 orang yang mampu bermain sepak bola dengan level tinggi? Tapi dalam tulisan ini penulis tidak akan mengangkat hal tersebut secara langsung, karena penulis lebih condong menyoal kinerja wasit sepak bola tanah air.

Wasit juga manusia. Mengambil istilah dari salah satu grup musik tanah air Rocker juga manusia. Namanya manusia seperti kata Bang Haji Rhoma Irama manusia tempat salah dan lupa.

Seorang wasit bisa dikatakan sebagai raja di lapangan hijau. Dia mampu dan bisa memberi warna sebuah pertandingan sepak bola. Disini penulis maksudkan seorang wasit bisa saja terpengaruh oleh sesuatu yang dapat mempengaruhi ketegasan dan keputusannya di lapangan. Penulis tidak menuding bahwa wasit tersebut disuap.

Terlepas dari hal diatas kinerja wasit Indonesia menurut penulis sangat kurang. Di Indonesia kesalahan-kesalahan mendasar dari seorang wasit sangat kentara sekali. Sebagai contoh Offside. Banyak wasit di persepakbolaan tanah air masih sering membuat kesalahan yang fatal. Untuk Offside ini lebih cenderung ke Asisiten wasit. Tapi kan selain sebagai asisten mereka juga menjadi wasit? Trus Free Kick…Dari yang penulis tahu free kick itu ada dua macam Direct dan Indirect. Kalau penulis lihat wasit-wasit level FIFA dia akan mampu membedakan manafree kick direct mana yang indirect dengan megepalkan telapak tangan unuk Indirect dan melebarkan telapak tangan untuk Direct. Wasit-wasit Indonesia jarang yang dengan tegas dapat membedakan saat mana harus free kick direct dan saat mana harus indirect.

Sebagai contoh kejadian waktu pertandingan PSM melawan Arema,  sebelumlawan bersiap dan wasit meniup peluit tanda untuk menendang sudah ditendang dan gol. Masih banyak contoh-contoh kejadian dari point ini yang penulis lupa.

Selanjutnya pelanggaran tapi posisinya menguntungkan yang dilanggar. Banyak wasit yang akan meniup peluit sebagai tanda pelanggaran. Sebagai pelipur lara pemain yang melanggar kan dikenai Kartu Kuning. Biasanya ini terjadi kalau tuan rumah diserang dan posisinya bisa membahayakn tuan rumah.

Body charge. Wasit Indonesia banyak yang tidak bisa membedakan mana body charge mana yang mengganggu pemain lain. Kembali lagi posisi tuan rumah yang diuntungkan. Kalau pemain tamu membody charge maka wasit akan meniup peluit sebagai tanda pelanggaran.

Banyak hal-hal lain yang mendasar bagi seorang wasit yang tidak bisa dijalankan dengan baik. Ini hanya sekedar pengamatan dan analisa penulis terhadap wasit-wasit yang memimpin pertandingan yang disiarkan di televisi.

Penulis berharap semoga organisai yang menanungi wasit tidak mengekang, memaksakan dan mengatur hal-hal yang dapt mempengaruhi jalanya pertandingan dan suatu tim. Bravo wasit Indonesia.


0 Responses to “Menyoal Kinerja Wasit Sepakbola Nasional”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: